×
×

Search in Mata Mata Musik

WHO Umumkan Saran Baru Untuk Acara Berskala Besar, “New Normal”nya Konser

Posted on: 06/4/20 at 10:00 am

Hellfest 2019.
Hellfest, festival rock dan metal paling besar di Perancis.

World Health Organisation alias WHO telah mengeluarkan saran terbaru mereka tentang panduan dalam mengadakan pertemuan berskala besar selama pandemi Covid-19 saat ini.

Pengumuman berjudul “Rekomendasi Perencanaan Utama untuk Pertemuan Berskala Besar dalam konteks wabah Covid-19 saat ini” itu diterbitkan pada Jum’at (29 Mei) lalu dan bermaksud untuk “memberikan panduan kepada pemerintah, otoritas kesehatan, dan penyelenggara pertemuan berskala besar nasional atau internasional mengenai penahanan risiko penularan Covid-19 yang terkait dengan acara berskala besar”.

Dalam pembaruan pertama mereka tentang mengadakan pertemuan berskala besar yang diterbitkan sejak 19 Maret, WHO mengatakan bahwa pedoman terbaru mereka “mencerminkan evolusi pengetahuan tentang pandemi selama beberapa minggu terakhir” dan menyarankan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah dapat mempertimbangkan untuk mengizinkan diadakannya pertemuan berskala besar ketika itu sudah aman untuk melakukannya.

Baca juga: Kostum APD Covid-19 Baru Didesain Spesifik Untuk Konser dan Festival Musik

“Pertemuan berskala besar bukan hanya acara rekreasi; acara-acara itu yang memiliki implikasi penting pada kesejahteraan psikologis sejumlah besar individu (misalnya acara keagamaan), dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan perilaku sehat (contohnya olahraga), menyediakan lapangan kerja bagi sejumlah besar orang, dan dapat meninggalkan warisan peningkatan aset atau kapasitas yang dikembangkan sebagai hasil dari penyelenggaraan acara pengumpulan berskala besar,” jelas dokumen itu.

“Karena pertemuan berskala besar memiliki implikasi politik, budaya, sosial, dan ekonomi yang substansial, pihak berwenang harus menilai pentingnya dan perlunya suatu peristiwa dan mempertimbangkan opsi yang membolehkan itu untuk terjadi, asalkan semua resiko kesehatan masyarakat yang terkait dapat ditangani dan dimitigasi secara memadai”.

Para kerumunan penonton Glastonbury Festival 2019.
Para kerumunan penonton Glastonbury Festival 2019.

Organisasi PBB itu kemudian merekomendasikan sejumlah modifikasi yang mungkin cocok untuk pertemuan berskala besar yang direncanakan, termasuk menjadi menjalankan acaranya di luar daripada di dalam ruangan, menyesuaikan kapasitas resmi suatu tempat dan mengorganisir waktu kedatangan dan keberangkatan pesertanya.

WHO juga merekomendasikan bahwa peserta harus memperhatikan physical distancing dan praktik kebersihan tangan saat menghadiri pertemuan berskala besar, sementara juga menyarankan bahwa “orang-orang dengan risiko penularan yang lebih tinggi… [atau] yang memiliki penyakit parah akibat Covid-19 tidak boleh menghadiri acara tersebut”.

Rekomendasi lebih lanjutnya dari WHO adalah meminta penyelenggara acara dan otoritas kesehatan “untuk memastikan bahwa sistem tersedia untuk mendeteksi kasus (positif Corona) yang muncul dalam populasi lokal sebagai konsekuensi” dari pertemuan berskala besar.

Ringkasnya, saran WHO menyatakan bahwa “secara umum, peristiwa yang terkait dengan risiko penularan Covid-19 yang rendah atau sangat rendah pada sistem kesehatan dapat dianggap cukup aman untuk dilanjutkan. Peristiwa dengan tingkat risiko sedang, tinggi, atau sangat tinggi mungkin tidak cukup aman untuk dilanjutkan dan akan membutuhkan penerapan tindakan pencegahan dan kontrol yang lebih menyeluruh”.

“Jika risiko penyebaran Covid-19 tetap signifikan setelah penerapan semua tindakan pengendaliannya, penundaan atau pembatalan acara yang direncanakan harus dipertimbangkan”.

Pekan lalu, sebuah festival musik dance di Kansas City, Amerika Serikat (AS) diberi lampu hijau untuk tetap diselenggarakan pada bulan September 2020 mendatang, menjadikannya salah satu dari hanya beberapa acara musik di tahun 2020 yang belum dibatalkan sebagai bentuk akibat dari pandemi. Mau ikuti saran WHO atau tidak, itu semua tergantung otoritas negara dan wilayahnya masing-masing. Semoga tidak perlu “The New Normal”, kembali ke normal saja.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Stephen Carpenter

Stephen Carpenter (Deftones) Akui Dirinya Penganut Bumi Datar & Keboho...

Stephen Carpenter. (Foto: Debi Del Grande). Gitaris Deftones, Stephen Carpenter dikenal sebagai seorang advokat legalisasi mariyuana yang paling menonjol di

on Nov 13, 2020
JKT48

JKT48 Rugi Besar dan Terancam Bubar Di Tengah Pandemi, Simak Penjelasa...

Konser di JKT48 Theater. (Foto: Dentsu X Entertainment).  JKT48 turut merasakan imbasnya pandemi Covid-19, sehingga membuat grup idol tersebut mengalami

on Nov 11, 2020
Damon Albarn

Damon Albarn: Musisi Harus Diizinkan Konser Selama Pandemi Sebagai Oba...

Damon Albarn. (Foto: Linda Brown Lee). Pada akhir pekan lalu, Damon Albarn berbagi pemikirannya tentang pentingnya konser selama pandemi yang sedang berlang

on Nov 4, 2020
The Flaming Lips video

Video Live The Flaming Lips ‘Assassins of Youth' Dengan Gelembung An...

Demi bisa meraih izin menggelar konser normal di hadapan penonton di tengah pandemi ini, The Flaming Lips memiliki ide dengan tampil menggunakan gelembung

on Oct 28, 2020