×
×

Search in Mata Mata Musik

YG Entertainment Dirundung Masalah Finansial?

Posted on: 09/18/19 at 4:00 pm

Berbagai pengamat industri K-Pop beri penilaian terhadap kondisi finansial YG saat ini dan di masa mendatang.

Baca Juga: Yang Hyun Suk Tanggapi Berita Seputar YG Entertainment

YG Entertainment saat ini dilaporkan sedang menghadapi beberapa masalah internal maupun eksternal. Selain berurusan dengan investigasi perjudian yang melibatkan nama mantan pendiri label dan kepala produser Yang Hyun-Suk, serta penyelidikan pajak oleh Badan Pajak Nasional, YG juga harus siap mengembalikan dana investasi sebesar 67 miliar won ke LVMH bulan depan.

Namun menurut orang dalam industri, masalah terbesar yang saat ini dihadapi YG adalah hilangnya ‘mesin pertumbuhan’ atau ‘sapi perah’ (sumber penghasil pendapatan), yang akan mempersulit langkah perusahaan dalam memutarbalikkan situasi finansialnya saat ini. 

Pendapatan YG tercatat sangat memburuk tahun ini, dengan kerugian operasional yang dilaporkan sebesar 2,1 miliar won di paruh pertama 2019. Dan berbagai artis YG yang telah mendominasi tangga lagu dalam beberapa tahun terakhir, belakangan ini kesulitan mencapai puncak tangga lagu.

Salah satu artis digital terkuat YG, Akdong Musician, dijadwalkan merilis album baru pada 25 September mendatang, tapi masih belum pasti apakah dampaknya akan cukup untuk ‘menyembuhkan’ krisis finansial YG.

Seorang sumber mengatakan, “YG adalah perusahaan di mana mantan kepala produsernya, Yang Hyun-Suk, terlibat dalam setiap detail dari A sampai Z. Kehilangan pusat kendali ini secara tiba-tiba menjadi faktor risiko yang besar. Grup dan penyanyi solo yang menulis dan memproduksi lagu mereka sendiri bisa terus merilis album baru, tapi dalam situasi saat ini di mana sistem produksi YG yang ada sedang mandek, hambatan pada debut dan comeback dari grup idol mereka tidak dapat dihindari.”

Bahkan, debut grup pendatang baru Treasure 13, yang direncanakan debut pada paruh kedua tahun ini, diundur hingga waktu yang belum ditentukan. Dan sampai sekarang, belum ada jadwal comeback yang tersedia untuk iKON, WINNER ataupun BLACKPINK.

Meskipun BLACKPINK baru-baru ini menjalani tur arena di Amerika Serikat, kinerja penjualan YG pada semester pertama tahun ini hanya bernilai 15 miliar won. Pendapatan box office BLACKPINK di AS tidak sebesar yang diharapkan.

Baca Juga: YG Entertainment Angkat CEO Barunya!

Sumber lainnya menuturkan, “Penjualan pertunjukan di luar negeri adalah salah satu sumber pendapatan utama label, dan tidak jelas apakah sumber perdapatan terbesar YG, Big Bang, akan melanjutkan aktivitasnya, dan BLACKPINK tidak menghasilkan penjualan seperti yang diharapkan. ‘Mesin pertumbuhan’ YG sulit ditebak sekarang.” Hasil dari investasi dalam diversifikasi bisnis, seperti kosmetik dan makanan, juga tidak terlalu memuaskan.

Seorang sumber menegaskan, “Moral YG sudah lama dianggap bermasalah. Dan pada akhirnya, itulah masalah yang sekarang membatasi pertumbuhan YG.”

Keterangan Foto Utama: YG Entertainment kewalahan pasca ditinggal Yang Hyun-Suk. (Foto via Google Images)

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Britney Spears

    Britney Spears Unggah Video Pakai Lagu BLACKPINK, Rose Merespons

    Jika terjadi interaksi antara artis senior dan junior yang sama-sama beken tentu menjadi sesuatu yang menarik. Terutama bagi fans masing-masing karena bias

    on Apr 28, 2021
    Anggota Girlband

    30 Urutan Peringkat Anggota Girlband K-Pop Terpopuler Bulan April 2021

    Urutan peringkat reputasi brand anggota girlband K-pop bulan April 2021. The Korean Business Research Institute telah mengungkapkan peringkat reputasi brand

    on Apr 20, 2021
    Brave Girls

    Brave Girls Kalahkan Rekor BLACKPINK & Red Velvet Di Sejarah Melon

    Nama Brave Girls belakangan ini tentu sudah sangat akrab di telinga kalian para pecinta K-pop. Grup ini masih terus memecahkan rekor. Hampir dua bulan seja

    on Apr 18, 2021
    Girlband

    30 Urutan Peringkat Girlband K-Pop Terpopuler Edisi Bulan April 2021

    30 urutan peringkat girlband K-pop terpopuler edisi bulan April 2021. The Korean Business Research Institute telah mengungkapkan peringkat reputasi brand al

    on Apr 15, 2021